Home

Ujian Masuk Universitas Al-Azhar

Leave a comment

Informasi Penting Bagi Calon Mahasiswa Al-Azhar Mesir

Syarat-syarat Ujian Masuk Universitas Al-Azhar Mesir:
1. Menyerahkan photocopy paspor halaman depan 3 lembar.
2. Menyerahkan photo pribadi 4×6 sebanyak 2 lembar.
3. Mengisi dan menyerahkan data pribadi sebagaimana yang ada dibawah ini.
4. Membayar administrasi untuk ujian masuk Al-Azhar 50 LE.

Syarat-syarat Berkas yang Harus Dikumpulkan Setelah Ujian Masuk Al-Azhar Dilaksanakan:
1. Menyerahkan ijazah asli akhir jenjang pendidikan yang diselesaikan.
2. Menyerahkan akte asli kelahiran.
3. Menyerahkan kartu keluarga.
4. Menyerahkan surat keterangan dari pihak Kedutaan Indonesia di Mesir.
5. Menyerahkan photocopy paspor halaman depan 3 lembar.
6. Menyerakan photo pribadi 4×6 sebanyak 5 lembar.

NB:
= Semua pengurusan dalam hal penerjemahan dan berkas-berkas akan dikerjakan pihak relawan dari Dewan Pengurus Pusat Persatuan Pelajar dan Mahasiswa (DPP-PPMI) Mesir.
= Selain pihak relawan dari Dewan Pengurus Pusat Persatuan Pelajar dan Mahasiswa (DPP-PPMI) Mesir tidak diperkenankan. Hal ini sesuai dengan keputusan pihak Universitas dan PPMI Mesir.
= Semua Calon Mahasiswa Baru dianjurkan agar memilih broker-broker yang sudah dipercaya seperti IKPM broker, Al-Masry broker dan lain-lain.
= Hubungi dan konsultasikan kepada kami jika ada hal-hal yang belum jelas.
Amrizal Batubara (Presiden PPMI Mesir) 081382073411, 085719584224.

ppmi

Beasiswa Ke Mesir

9 Comments

Kuliah di luar negeri nampaknya jadi cita-cita banyak orang, namun tak sedikit dari mereka yang hanya mengejar gengsi. Padahal ada hal yang harusnya jadi tujuan utama. Mencari ilmu, jika ini menjadi tujuan utama, rasanya tak perlu mengharapkan belas kasihan ataupun sumbangan dari orang lain. Karena Allah-lah, Sang Maha Kuasa yang menjamin dan meninggikan derajat pencari ilmu. Terlebih biaya hidup di Mesir ini relatif terjangkau. Niat awal harus baik. Terlepas dari itu semua, saya hanya ingin sedikit berbagi pengalaman studi di luar negeri, ke Mesir lebih tepatnya.

Persiapan Sebelum Berangkat

Lulus sekolah tahun 2009, saya mulai bingung memikirkan perjuangan selanjutnya. Sempat mendapat beasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di daerah Tangerang, peluang itu tidak saya lanjutkan karena merasa kurang cocok.
Suatu ketika, saya buka internet dan iseng mencari informasi beasiswa ke luar negeri. Akhirnya ada pengumuman pendaftaran beasiswa ke Mesir.
Meski pada mulanya bermodal nekad, perlahan saya ubah menjadi rasa berani.

Sebulan penuh saya berusaha menghafal Al-Quran dan belajar bahasa arab. Keduanya merupakan syarat standar masuk Al-Azhar. Saya sebut “standar” karena itu merupakan modal awal yang dimiliki semua pemohon beasiswa.

Diluar kedua syarat itu, saya berusaha mencari poin tambahan agar menarik penguji. Tahsin, memperhalus bacaan; ini akan menjadikan sedikit perbedaan dengan yang lain. Penampilan; hal ini juga saya manfaatkan agar tampil beda. Hemat saya, tidak banyak para pemohon beasiswa yang bisa meyakinkan penguji lewat penampilan. Meskipun tak berkaitan dengan materi yang diujikan, saya menceritakan keadaan di lingkungan tempat tinggal saya yang membutuhkan tenaga ahli dibidang agama. Seolah-olah saya dibutuhkan oleh masyarakat sekitar sebagai kader dakwah. Hasilnya, alhamdulillah saya dinyatakan lulus seleksi. Padahal, saya lulusan sekolah umum yang tidak belajar bahasa arab. Hadza min fadhli Rabbi, inilah anugerah Allah yang harus terus saya syukuri.

Hidup di Perantauan

Jangan berpikir beasiswa yang diberikan akan selamanya memenuhi kebutuhan hidup di negeri orang. Apalagi ingin sejahtera, atau tak sekadar cukup. Untuk itu, saran saya, pandai-pandailah mengatur dan mencari penghasilan tambahan. Dari mana? Di Mesir ini banyak sekali dermawan yang menginfaqan hartanya. Tidak gratis tentunya, hampir semuanya menentukan kategori penerima bantuan. Jadi, kita yang harus menyesuaikan diri.

Ragam Beasiswa

Beberapa lembaga ada yang mengharuskan perolehan nilai jayyid/baik sekali, ada juga yang mengharuskan miskin, hmmm. Maksudnya, penerima benar-benar membutuhkan.

Disamping itu, ada juga sumber penghidupan lain. Misalnya, alhamdulillah saya tergabung dengan salah satu tim nasyid yang sudah dikontrak untuk tampil rutin (gajinya pun rutin 🙂 ). Yang menarik adalah undangan ke luar negeri; dapat pengalaman unik, honornya pun fantastik. Ada pula tawaran menjadi imam masjid. Agak berat, tapi bermanfaat dunia akhirat. Ikhlas! Jadi bisa persiapan jika dibutuhkan di tanah air, tambahannya; pahala dunianya juga lumayan.

Potensi berbanding lurus dengan rezeki jika dimanfaatkan dengan baik. Membaca, menulis bahkan bernyanyi adalah modal pengais rezeki.

Terakhir, rajin nabung. Jangan pulang ke tanah air dengan kantong kering. Paling tidak, tiket pesawat dan modal nikah (diluar beasiswa/tidak ada beasiswanya) itu harus dipikirkan.
Banyak diantara mereka yang terlampau percaya diri dengan titel luar negeri. Upayakan pulang ke tanah air dengan membawa lapangan pekerjaan untuk orang lain.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan :
– Niat; luruskan niat karena Allah.
– Mantapkan usaha sembari terus berdoa. Bila memungkinkan, mintai doa orang-orang yang dikenal.
– Ikhtiar dhahir yang meliputi :
¤  Tekad kuat, meyakinkan keinginan dan menggali informasi secara mendalam.
¤  Penuhi syarat penerima beasiswa, termasuk kelengkapan imigrasi. Cari nilai tambah untuk menarik penguji.
¤  Persiapan sebelum berangkat, terutama mental.
¤ Di perantauan ada banyak hal yang bisa kita lakukan. Manfaatkan potensi diri, bila perlu, latih dan terus pertajam menjadi sebuah      keterampilan. Ini akan menjadi bekal berharga untuk tetap survive selama berjuang di perantauan. Jadilah tamu yang baik dengan menyeimbangkan syukur dan sabar.

#Postingan ini diikutsertakan dalam Kuis Berhadiah Oleh-oleh ABFI 2013

Selamat Malam Kairo

Leave a comment

“… Pulang aku malu, tak pulang aku rindu”. Barangkali ungkapan inilah yang mewakili lidah yang kaku.
Pulang! Itu yang akan terjadi dan seharusnya terjadi. Tapi dengan apa aku akan pulang? Masihkah dengan kebodohan? Atau dengan sifat kekanak-kanakan? Tak cukupkah Kairo membuatmu tumbuh besar dan dewasa?
Entahlah, semakin lama aku tinggal disini, semakin bodoh. Banyak hal yang belum aku ketahui. Semakin dalam aku menyelam, semakin indah yang kurasakan.

Kairo, kota tua dengan segudang khasanah keilmuan. Pantas saja jika orang yang kesini harus menyiapkan keikhlasan dan memanfaatkan kesempatan.

Lalai beberapa saat saja, berapa ilmu yang terlewatkan.
Jangan biarkan Kairo berlalu begitu saja. Ia dengan senang hati membiarkanmu singgah. Tanpa pamrih ia berbagi berkah.
Kairo, jangan biarkan aku lalai dengan pesonamu.

Penutupan Festival Samaa

Leave a comment

This slideshow requires JavaScript.

Tarawih di MIC

Leave a comment

Kalau belum terbiasa, tarawih di Mesir akan terasa sangat lama. Hampir setiap imam membaca satu juz tiap malamnya. Namun jika ada yang keberatan dan merasa capek dengan shalat tarawih yang lama, masjid Indonesia Kairo bisa jadi solusi. Imam yang rata-rata dari kalangan mahasiswa Al-Azhar asal Indonesia biasanya hanya membaca surat-surat pendek. Jadi bisa disimpulkan, tarawih disana terbilang cepat.
Malam ini  saya diajak oleh seorang teman untuk melaksanakan shalat tarawih di MIC (masjid Indonesia Cairo). Saya bergegas menuju bilangan Dokki tepatnya di Mosaddak St. Shalat tarawih disini lebih kental dengan nuansa ke-Indonesiaanya. Terlebih para jamaah juga hampir semuanya adalah warga Indonesia. Masjid yang lumayan besar ini biasanya disesaki oleh para staf KBRI dan sebagian mahasiswa Al-Azhar.
Fasilitas mobil jemputan dan hidangan makanan gratis usai shalat tarawih nampaknya menjadi motivasi lain yang mengundang jamaah untuk shalat di MIC. Belum lagi keuntungan silaturrahmi langsung dengan duta besar Indonesia, Kombes Pol (Purn) Nurfaizi Suwandi. Paling tidak, moment sepeti inilah yang sedikit mengobati rasa rindu dengan suasana Ramadhan di tanah air.

 

 

 

Ahad Yang Melelahkan

Leave a comment

Hari yang melelahkan, juga menyenangkan. Hari ini dipenuhi seabrek aktivitas yang bermacam-macam. Mulai dari masak, latihan dan fokus menyimak video musik yang akan ditampilkan dalam Summer Festival. Padahal malam harinya aku baru sampai dirumah jam 12 malam setelah latihan di Sekolah Indonesia Kairo. Namun lelah itu tak terasa jika dijalani dengan penuh semangat dan antusias jiwa seni. Apalagi aku memang hobi dengan aktivitas yang berbau musik ini, hehe…

Makin penasaran dengan bagaimana summer festival nanti. Besar harapan acara ini sukses digelar karena ini menyangkut nama baik Indonesia karena aku akan tampil mewakili Indonesia. Semakin deg-degan, semoga latihan yang rutin bisa sedikit mengurangi beban mental yang harus diderita, haha… Paling tidak, aku berusaha semaksimal mungkin untuk mensukseskan acara besar ini. Istirahat yangkurang juga tak menghalangi aktivitas berat ini. Sesekali aku terhibur melihat warga Mesir yang -dimana-mana- selalu menceritakan presiden baru kebanggaanya itu. Rasanya tak ada detik yang terlewat dari memperhatikan DR. Mursi, pemimpin idaman yang begitu memasyarakat dan penuh ambisi.

Bayangkan, segala sesuatunya diceritakan. Sampai apa yang beliau (Baca : DR. Mursi) makan warga Mesir tahu. Mungkin hanya satu hal saja yang mereka tak sempat perhatikan, apa? nomor sepatunya, hehe. Wajar saja mereka berlaku seperti itu,beliau menjadi presiden pertama yang dipilih langsung oleh rakyat. Belum lagi pribadi Sang Presiden yang begitu agamis dan sosialis. Beliau tak mau dikawal dengan iringan yang berlebihan. Kemana-mana hanya ditemani dengan sepuluh motor ajudan dan dua mobil paspampres. Ada banyak hal yang harus ditiru, selama jadi presiden kehidupannya tak banyak berubah. Beliau lebih memilih rumah sederhana ketimbang istana kepresidenan yang disediakan. Bahkan difasilitasi sebuah villa pun beliau menolak dengan alasan terlalu mewah. Sarapan pagi dengan sepotong roti juga rutinitas beliau berjamaah shubuh juga tak mencerminkan pemimpin yang biasanya terkesan “manja” dengan aturan protokoler yang serba resmi.

Lho kok jadi ngebahas presiden Mesir ya??? hehe. Tak apa. memang hari ini aku belajar banyak dari beliau. Beritanya muncul di hampir seluruh stasiun televisi lokal maupun internasional. Ada hal yang begitu memotivasi dari sosok presiden Mursi. Dengan kesibukannya sebagai abdi masyarakat yang dimulai dengan menjadi anggota dewan, presiden Mursi menjadi pemimpin yang hafal Al-Quran. Subhanallah. andai semua pemimpin yang mengaku “Islam” berpegang teguh pada Al-Quran, apalagi sampai menghafalnya. Tentu ia akan menjadi pemimpin sejati yang mungkin tak hanya di dunia. Dengan harapan yang sama, semoga Mesir dan Indonesia menjadi negara yang tenteram atas keberkahan yang dilimpahkan Allah dengan kehadiran pemimpin dan rakyat yang shalih. Amin….

Presiden Mesir Shalat Jumat di Al-Azhar

Leave a comment

Tak seperti biasanya, pagi hari di sekitar masjid Al-Azhar sudah tampak bersih. Selain dari itu terlihat beberapa petugas sedang membersihkan detail masjid yang biasanya tak dijangkau. Karpet merah yang menjadi khasanah khusus masjid Al-Azhar terasa begitu sejuk dan sangat rapi. Belum lagi tepat sampah, tempat sepatu dan lemari mushaf yang sudah sangat tertata. Untuk masuk ke masjid pun sudah disiapkan alat pendeteksi atau lazim disebut detektor.

Kunjungan presiden Mursi untuk kali pertama ini disambut meriah oleh warga Mesir. Masjid  yang berukuran sangat besar disesaki warga yang ingin bertemu pemimpin barunya itu. DR. Mursi hadir ditengah-tengah hadirin sidang jumat dengan kawalan paspampres yang super ketat. Didampingi mufti Mesir, DR. Nuruddin ‘Ali Jumah, presiden memasuki masjid untuk menyimak khutbah yang disampaikan oleh wazir aukaf, Syaikh Abd el Faadil Mohammed Abd el-Aziz al-Quusiy.

Dalam khutbahnya Syaikh Al-Quusiy menyampaikan beberapa pesan kepada jamaah, antara lain mengulas kembali kisah Alfaruk -Umar bin Khattab- akan pentingnya toleransi terhadap sesama pemeluk agama, perjanjian Elia, juga tentang peran Al azhar ketika berhadapan dengan penjajah prancis. Hal ini mengundang decak kagum dari jamaah dan memancing tetesan air mata Sang Presiden yang sadar akan beratnya amanah seorang presiden.

Shalat jumat yang juga dihadiri oleh grand syaikh Al-Azhar, DR. Ahmed Thayyib ini berlangsung khidmat meski sesekali warga berbuat gaduh karena ingin melihat presiden baru dari jarak yang dekat. Diakhir khutbah syaikh Al-Quusiy memanjatkan doa untuk kemaslahatan Mesir dan seluruh negara muslim lainnya.

Ini merupakan kesempatan yang luar biasa, bisa melihat langsung presiden Mesir terpilih, DR. Muhammed Mursi. Apalagi  melihat presiden sendiri (Bapak Susilo Bambang Yudhoyono) secara langsung  saja belum pernah. Ini menjadi pengalaman yang luar biasa. Walaupun harus berangkat lebih awal dengan pemerikasaan yang sepintas mirip boarding pass di bandara. hmmmm 🙂
Alhamdulillah.

Older Entries