Home

Dai Nada di Pikiran Rakyat

Leave a comment

Grup Nasyid ”Dai Nada” Ramaikan Ramadan di Dubai
dai2
Rabu, 31/07/2013 – 06:33
KJRI DUBAI/”PRLM”GRUP nasyid ”Dai Nada” tampil memukau saat menghibur warga Indonesia dan warga negara asing di PEA.*
DUBAI, (PRLM).- Ramadan 1434 H tahun 2013 di PEA kali ini menjadi istimewa dengan kehadiran grup nasyid asal Indonesia, ”Dai Nada”. Grup nasyid tersebut tampil menghibur masyarakat di 6 kota utama di PEA selama lebih dari 1 minggu sejak pertengahan bulan Juli 2013 hingga akhir pekan lalu.

Penampilan mereka di PEA atas undangan resmi dari Kementerian Kebudayaan, Pemuda, dan Pengembangan Masyarakat PEA yang secara khusus hanya mendatangkan mereka untuk tampil mengisi kegiatan keagamaan di bulan suci Ramadan 1434 H. Sebanyak 9 orang anggota ”Dai Nada” tampil di kota Abu Dhabi, Al Ain, Sharjah, Ras Al Khaimah, Fujairah dan Dubai.

Penampilan acapella ”Dai Nada” sangat memukau para warga yang hadir, baik warga setempat maupun warga Indonesia dan warga asing lainnya. Turut menyaksikan langsung di Fujairah dan Ras Al Khaimah serta Dubai, Acting Konsul Jenderal RI Dubai, Heru Sudradjat dan beberapa staf KJRI Dubai. Sementara penampilan di Dubai juga disaksikan oleh Wakil Menteri Kebudayaan, Pemuda dan Pengembangan Masyarakat PEA Bidang Kebudayaan dan Seni, Bilal Al Bdour, dan Ketua Komite Budaya pada the Dubai Cultural and Scientific Association, Ali Obaid Al Hamli. Dalam kesempatan penampilan di Dubai kedua pejabat PEA dan Dubai tersebut juga memberikan plakat kenang-kenangan kepada grup nasyid ”Dai Nada” yang diteima langsung oleh pimpinan grup, Nur Akhyari.
dai1
Penampilan ”Dai Nada” yang berlangsung di gedung pusat kebudayaan milik Kementerian Kebudayaan, Pemuda dan Pengembangan Masyarakat PEA yang ada di masing-masing kota tersebut, berlangsung sekitar 1 jam. Grup ini menyanyikan berbagai lagu yang bertemakan Islam maupun pesan moral, tema kemasyarakatan dan kontemplasi dalam bahasa Inggris, Arab dan Indonesia. Lagu unggulan yang dibawakan diantaranya adalah Qalbi, Just Giving Once, Yaa Allah, Ahlan Wasahlan Yaa Ramadan, Give Thanks to Allah, serta lagu Indonesia ”Tombo Ati” dan lagu wajib ”Indonesia Tanah Air Beta” yang turut mengharu biru perasaan para penonton warga Indonesia.

Menanggapi penampilan ”Dai Nada” yang mendapat kehormatan diundang khusus tampil di PEA ini, Acting Konjen Heru Sudradjat menyatakan suka citanya dan rasa apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah PEA yang telah memberikan kepercayaan kepada pemusik Indonesia, khususnya grup musik nasyid ini, untuk tampil di depan publik di berbagai kota di PEA. Ditambahkan bahwa dengan kehadiran grup ini diharapkan dapat lebih memperkenalkan kekayaan khasanah budaya Indonesia yang tertuang melalui seni musik nasyid yang banyak dipengaruhi juga dengan latar belakang budaya Arab dan Timur Tengah.

Acting Konjen Heru Sudradjat juga menyampaikan kekagumannya dan ucapan selamat kepada seluruh anggota grup ini yang telah tampil dengan sangat prima dan memukau, sebagaimana yang selama ini sering muncul dalam klip video mereka yang diputar di beberapa stasiun televisi negara di Timur Tengah, maupun melalui media internet.

Sementara itu, Wakil Menteri Bilal Al Bdour menyatakan bahwa ketertarikan pemerintah PEA terhadap grup nasyid ”Dai Nada” berawal dari eksistensi grup ini yang memang sudah banyak dikenal di kawasan Timur Tengah dan sering muncul di televisi maupun berpartisipasi dalam berbagai festival seni musik Islam di beberapa negara Timur Tengah dan Eropa. Ditambahkan pula bahwa penampilan grup nasyid ini di berbagai kota di PEA merupakan bagian dari program kegiatan tahunan Kementerian Kebudayaan, Pemuda dan Pengembangan Masyarakat PEA. Kegiatan ini merupakan perwujudan dari program ”Strategi Budaya 2011-2013” Pemerintah PEA, dalam rangka menggiatkan kegiatan budaya di seluruh wilayah PEA.

Menanggapi penampilan di PEA, pimpinan grup nasyid “Dai Nada”, Nur Akhyari, menyatakan kegembiraannya dapat memenuhi undangan Pemerintah PEA untuk tampil di PEA pada Ramadhan 1434 H kali ini. Nur Akhyari menyampaikan pula bahwa sebelumnya sudah dua kali Pemerintah PEA mengundang grupnya untuk tampil di PEA, akan tetapi belum dapat dipenuhi karena padatnya jadwal kegiatan grup ini.

Grup nasyid ”Dai Nada” merupakan grup musik nasyid Indonesia yang terbentuk tahun 2004 dan berdomisili di Kairo, Mesir. Grup ini dimotori oleh para mahasiswa Indonesia dari beragam daerah di Indonesia yang sedang melanjutkan pendidikan di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir. Saat ini beranggotakan 15 orang yang sebagian sudah merupakan generasi ketiga dan keempat di grup ini.

Keberadaan ”Dai Nada” sudah dikenal di sebagian besar negara di kawasan Timur Tengah, karena seringnya tampil di berbagai festival internasional dan juga televisi di beberapa negara di kawasan. Grup ini juga mendapat dukungan sangat positif dari Kedutaan Besar RI di Kairo dan telah pula beberapa kali bekerja sama dengan pihak Kementerian Kebudayaan Mesir melakukan lawatan ke berbagai kota di dalam negeri maupun ke banyak negara dalam rangka ”Peace Festival”, seperti Jerman, Austria, Italia, Aljazair dan Maroko. Grup ini pernah pula tampil dalam acara ”The Samaa International Festival for Sufi Music and Chanting” di Kairo, Mesir serta Konser Amal untuk Rakyat Palestina di kota Alexandria, Mesir. Pada tahun 2008 grup ini telah mengeluarkan album nasyid rekaman mereka sendiri.(A-147)***

 

sumber : Pikiran Rakyat

Theater of Contemplating the creator

Leave a comment

Nada Dakwah III

Leave a comment

Risalah Salam, agenda rutin yang biasa dilaksanakan di Istana Ghuri ini menjadi penampilan penutup dibulan Juni ini. Dihadiri oleh menteri kebudayaan Mesri  DR. Muhammad Shabir Arab, penampilan yang mengangkat tema “risalah salam haulal aalam”  ini berlangsung meriah. Beberapa lagu khas Mesir yang dilengkapi dengan penampilan tim nasyid Dai Nada yang menyanyikan beberapa lagu berbahasa Perancis, China dan German ini turut memancing tepuk tangan penonton.

DR. Inthesar Abdel Fatah sebagai direktur Istana Ghuri juga tampak antusias dengan penampilan kali ini. Bahkan sempat tercetus kabar untuk melaksanakan konser di Kanada. Hal ini juga nampaknya disambut baik oleh Mnteri Kebudayaan yang hadir pada kesempatan itu.

Disela-sela waktu istirahat setelah penampilan selesai, Pak Menteri didampingi beberapa tamu kehormatan menyempatkan diri untuk melihat beberapa ruangan yang berada di kawasan Istana Ghuri. Menteri yang menggantikan DR. Emad Abou Ghazi ini lebih antusias dengan kehadiran tim Nasyid Dai Nada. Beliau terlihat sangat kagum dengan keberhasilan Dai Nada membawakan beberapa lagu berbahasa asing. Semakin terharu setelah mengetahui bahwa semua anggotanya berstatus mahasiswa di Universitas Al-Azhar, Kairo.

Kndati penampilan ini terbilang sukses ,namun, DR, Inteshar tentu mengharapkan yang lebih baik di event mendatang yang diharapkan bisa mempromosikan khasanah kebudayaan Mesir.

Nada Dakwah II

Leave a comment

Dai Nada, Thubul Nubiya dan Alat Sya’biy berkolaborasi di Istana Ghuri

Minggu, 3 Juni8 2012, Istana Ghuri kembali dipadati para tamu undangan dari berbagai kalangan. Hadir beberapa tamu penting dari kementrian kebudayaan Mesir. Acara yang digelar di bilangan Ghuriyyah, Hussain-Kairo ini menampilkan berbagai kesenian tradisional Mesir. Yang menarik adalah penampilan Dai Nada yang tidak membawakan lagu aliran nasyid. Didampingi beberapa anggota dari tim Lingkung Seni Gentra Pasundan-KPMJB Mesir, Dai Nada didaulat membawakan beberapa lagu daerah Indonesia.

Bengawan Solo yang dikenal warga Mesir dengan judul Nahr el-Nile ini kembali membuat tepukan tangan penonton bergemuruh. Warna musik keroncong yang belum banyak didengar warga Mesir– bahkan warga Indonesia sendiri masih jarang mendengarkan aliran musik yang satu ini memancing  kekaguman atas pertunjukan baru ini.

Penampilan kolaborasi ini merupakan agenda kedua kalinya setelah sempat launching dihadapan menteri kebudayan Mesir, DR. Mohamed Shabir Arab. turut hadir dalam kesempatan ini menteri pariwisata, Mounir fachri Adb el-Nour. KBRI Indonesia juga memberikan perwakilannya dengan mengutus bapak  Amir Syarifudin dan bapak M. Nursalim. Setelah sukses menggelar penampilan pertama, akhirnya DR. Inteshar Abd El-Fatah (Direktur Ghuri) kembali dipercayai untuk melaksanakan hal serupa.

Kolaborasi seperti ini diharapkan dapat mempererat hubungan diplomatik Mesir dengan Indonesia khususnya, juga dengan berbagai negara lainnya dalam hal kebudayaan. Terlebih dengan kehadiran Dai Nada yang  sudah sejak lama bergabung dengan tim Risalah Salam– tim bentukan direktur Ghuri.

Nada Dakwah

Leave a comment

Istana Ghuri

Akhir-akhir ini banyak latihan bareng Dai Nada. Yang menarik adalah kolaborasi dengan tim musik sya’bi dan tubul nubiya, keduanya merupakan grup musik yang menyajikan kesenian musik klasik Mesir. tak kalah padu, kami (baca : Dai Nada Nasyid) juga menggaet tim angklung dari LSGP (lingkung Seni Gentra Pasundan). Biasanya kami hanya berkolaborasi dengan tim Sama’a, Taranim Qibthi dan Acapella dari Opera House Cairo, ini sudah jadi agenda dwi mingguan.

Penampilan baru bersama kedua tim tadi merupakan penampilan uji coba. kendati hasilnya jauh diluar target– begitu meriah, padahal aku sendiri merasa tak yakin ini akan berjalan mulus. Ini penampilan luar biasa untuk ukuran kolaborasi yang pertama kali digelar. Semoga ini menjadi agenda baru perjalanan dakwah kami dengan nada-nada islami.

Dalam kesempatan ini Dai Nada tak menyanyikan lagu nuansa islami, tetapi lebih bersifat kedaerahan. Aliran yang dibawakan pun tidak murni acapella– dilengkapi warna musik keroncong dalam balutan irama musik Sunda. Diiringi alunan khas angklung yang dimainkan oleh pemain tunggal, mang Abu dari LSGP-KPMJB Kairo. Lengkap dengan kehadiran Acep Sabiq sebagai penabuh kendang dan Kimo (Kariem Elmahdy) warga Mesir yang piawai bermain bonang.

Dai Nada pada penampilan itu memang tidak menampilkan seluruh personelnya. Kami hanya berenam, Kak Nur Akhyari (Vokalis), Kak Jahid (Bass), Hidayat (Harmoni 1), Afwan (Harmoni 2). Aku (Harmoni 3) Dan Yaskur (Perkusi). Walau demikian, paduan ini menjadi sorotan utama sebagai penampil yang sudah menjadi langganan masysrakat Mesir.

Tampil dengan empat lagu daerah; Bengawan Solo, Lestari Alamku, Tanah Air Beta dan Rek Ayo Rek. Dai Nada membuktikan kapasitasnya yang tak hanya melulu bergelut dengan lagu-lagu berwarna Nasyid. Hal ini juga yang diharapkan oleh direktur istana Ghuri, DR Inteshar Abd el-Fath menjadi paduan tim baru.

Penampilan yang dihadiri beberapa perwakilan KBRI-Kairo ini berlangsung selama kurang lebih satu setengah jam. ditutup dengan tarian Tanaoura oleh seniman Mesir, Ustadz Hani. Seoga dengan warna baru ini kami makin lantang menyuarakan syiar Islam sekaligus mengenalkan kebudayaan Indonesia di Mesir ini.