Home

Ujian Masuk Universitas Al-Azhar

Leave a comment

Informasi Penting Bagi Calon Mahasiswa Al-Azhar Mesir

Syarat-syarat Ujian Masuk Universitas Al-Azhar Mesir:
1. Menyerahkan photocopy paspor halaman depan 3 lembar.
2. Menyerahkan photo pribadi 4×6 sebanyak 2 lembar.
3. Mengisi dan menyerahkan data pribadi sebagaimana yang ada dibawah ini.
4. Membayar administrasi untuk ujian masuk Al-Azhar 50 LE.

Syarat-syarat Berkas yang Harus Dikumpulkan Setelah Ujian Masuk Al-Azhar Dilaksanakan:
1. Menyerahkan ijazah asli akhir jenjang pendidikan yang diselesaikan.
2. Menyerahkan akte asli kelahiran.
3. Menyerahkan kartu keluarga.
4. Menyerahkan surat keterangan dari pihak Kedutaan Indonesia di Mesir.
5. Menyerahkan photocopy paspor halaman depan 3 lembar.
6. Menyerakan photo pribadi 4×6 sebanyak 5 lembar.

NB:
= Semua pengurusan dalam hal penerjemahan dan berkas-berkas akan dikerjakan pihak relawan dari Dewan Pengurus Pusat Persatuan Pelajar dan Mahasiswa (DPP-PPMI) Mesir.
= Selain pihak relawan dari Dewan Pengurus Pusat Persatuan Pelajar dan Mahasiswa (DPP-PPMI) Mesir tidak diperkenankan. Hal ini sesuai dengan keputusan pihak Universitas dan PPMI Mesir.
= Semua Calon Mahasiswa Baru dianjurkan agar memilih broker-broker yang sudah dipercaya seperti IKPM broker, Al-Masry broker dan lain-lain.
= Hubungi dan konsultasikan kepada kami jika ada hal-hal yang belum jelas.
Amrizal Batubara (Presiden PPMI Mesir) 081382073411, 085719584224.

ppmi

Seleksi Masuk Universitas Al-Azhar Mesir

Leave a comment

Surat edaran dari PPMI Mesir terkait ujian masuk Universitas Al-Azhar. Repost dari fb presiden PPMI, Amrizal Batubara, S.s. untuk kepentingan informasi.

= Pemberitahuan Tentang Seleksi Mahasiswa Baru Al-Azhar Mesir =

Nomor          : 01-A7/DPP-PPMI/XXX/XI/1435-2013
Lamp             : 4
Hal                 : Pemberitahuan

Kepada Yang Kami Banggakan
Para Calon Mahasiswa Baru
di
Tempat

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Puji syukur kepada Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Hingga kita bisa melaksanakan aktivitas dan rutinitas keseharian dengan baik. Dari Jauh, kami pun berdoa semoga Para Calon Mahasiswa Baru beserta keluarga senantiasa mendapat kemudahan, kesehatan dan kesuksesan dalam segala hal kebaikan. Amin.

Sebagaimana kita ketahui bersama, arus revolusi Mesir yang diawali pada tanggal 25 Januari 2011 dengan aksi demonstrasi besar menuntut revolusi Negara dan turunnya Presiden Husni Mubarak dari kursi presiden Republik Mesir, hingga terakhir pada tanggal 14 Agustus 2013 lalu Presiden terpilih Dr. Muhammad Morsi digulingkan dari kursi kepresidenannya, turut mempengaruhi denyut nadi aktivitas mahasiswa Indonesia di Mesir karena jaminan keamanan, sebagai dampak hiruk pikuk politik dalam negeri Mesir yang tidak stabil.

Ketidakstabilan tersebut yang menjalar pada instabilitas politik pada saat itu, akhirnya memaksa pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian Agama Republik Indonesia Direktorat Jendral Pendidikan Islam dalam surat keputusannya (Dj. I /Dt . I . IV/ 4 / PP. 04 / 1946 / 2013) membatalkan ujian seleksi ke Mesir untuk tahun ajaran 2013-2014.

Tiga bulan setelah revolusi kedua tersebut, keadaan Mesir telah membaik, proses belajar mengajar di Universitas Al-Azhar pun telah berjalan sebagaimana mestinya. Dan pemerintah Indonesia mendapatkan apresiasi dari pihak Al-Azhar dan seluruh lapisan rakyat Mesir karena tidak mengevakuasi warganya seperti yang dilakukan Negara tetangga lainnya. Hal ini tidak lepas dari kepercayaan Presiden RI. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Kepala Negara kepada pemerintahan Mesir dan Grand Syeh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Muhammad al-Thayyib yang telah memberi saran kepada Presiden RI. ketika itu, sebelum mengambil keputusan untuk mengevakuasi WNI di Mesir.

Pada tanggal 13 Oktober 2013, beberapa perwakilan dari PPMI Mesir mendapat kehormatan untuk bersilaturrahmi dengan Grand Syeh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Muhammad al-Thayyib di kediamannya di Luxor. Yang mana hal ini telah tercatat dalam sejarah sebagai kunjungan pertama kepada beliau dari mahasiswa asing yang belajar di Mesir ini.

Dan dalam kunjungan tersebut kami selaku yang mewadahi seluruh aspirasi mahasiswa yang ada di Mesir mengajukan permohonan kepada beliau berupa jaminan keamanan, terkhusus untuk mahasiswa-mahasiswa baru yang berniat melanjutkan studynya di Negara ini. Dan permohonan tersebut Alhamdulillah diamini oleh beliau.

PPMI Mesir sebagai duta bangsa Indonesia akan terus mengupayakan langkah-langkah strategis dalam rangka membangun hubungan yang lebih erat dan lebih baik lagi dengan Mesir melalui aksi gotong royong, pertukaran budaya antardua bangsa dan seminar-seminar yang dilakukan secara sinergis antara PPMI Mesir dengan pihak-pihak terkait yang berada di Mesir. Tentu, hal ini kami lakukan dalam rangka ikut serta dalam upaya diplomasi total elemen mahasiswa dan masyarakat Indonesia di Mesir melalui basis kultural dan lembaga pendidikan di Mesir yang dapat kami jangkau. Serta untuk menjaga hubungan baik yang selama ini terjaga baik dengan seluruh elemen lembaga yang ada di Mesir.

Karena sebagaimana kita ketahui bersama, Al-Azhar sebagai Universitas kedua tertua di dunia ini telah memberikan banyak peranan penting baik untuk peradaban Islam sendiri maupun untuk Ibu Pertiwi. Yang telah mencetak ulama-ulama, pemikir besar, dan para cendekiawan terkenal di dunia. Al-Azhar dengan ideologi washathiyahnya selalu memberikan pembaharuan dalam peradaban Islam. Peranannya, tidak pudar dalam kemajuan peradaban umat. Ia selalu memberikan pembaharuan dan pemikiran yang segar pada umat. Dari awal berdirinya, hingga saat ini peranannya terus dinantikan.

Dari Grand Syeikh pertama, al-Syeikh Muhammad Abdullah al-Khurasyi, hingga Prof. Dr. Ahmad Muhammad al-Thayyib, Al-Azhar tetap eksis sebagai Universitas Islam yang memberikan kemajuan bagi peradaban umat Islam. Dan al-Azhar tetap menjadi kiblat bagi pendidikan Islam di dunia.

Maka melalui surat ini, kami selaku Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir menyampaikan kepada seluruh Calon Mahasiswa Baru Universitas AL-Azhar Mesir, di Indonesia bahwa:

  1. Ujian masuk Mahasiswa Baru Universitas Al-Azhar tetap akan diadakan, yang bertempat di Markaz Al-Azhar  untuk Belajar Bahasa Arab, Hay Sadis- Madinah Nasr- Mesir.
  2. Ujian akan diadakan antara tanggal 10-14 Desember 2014. Diharapkan kepada seluruh Calon Mahasiswa Baru sudah tiba di Mesir 1 hari sebelumnya.
  3. Materi ujian yang akan diujikan hanyalah materi yang berkenaan dengan bahasa dan pengetahuan agama seperti nahwu, sima’ah, imla’ dan insya’ dll.
    NB: Materi Al-Qur’an tidak diujiakan.
  4. Ujian diadakan di Mesir melihat karena semakin dekatnya ujian awal tahun di Universitas Al-Azhar dan tidak adanya dana dari kami selaku Persatuan Pelajar dan Mahasiswa (PPMI) Mesir jika diadakan di Indonesia.
  5. Diharapkan kepada seluruh Calon Mahasiwa Baru agar mengurus paspor dan visa secepat mungkin.
  6. Pengurusan visa dapat diperoleh dari Kedutaan Besar Mesir yang bertempat di, Jn. Teuku Umar no. 68, Manteng- Jakarta Pusat. Atau dapat juga diperoleh dari pihak-pihak travel (visa ziarah atau turis).
  7. Dana yang dibutuhkan untuk keberangkatan dan pengurusan Calon Mahasiswa Baru Al-Azhar berkisar 10 sampai 15 juta rupiah.
  8. Diharapkan kepada seluruh Calon Mahasiswa agar mendaftarkan dirinya kepada kami Amrizal Batubara dan ust, Ahmad Hafifi.
    Waktu akhir pendaftaran sampai dengan Rabu 04 Desember 2013.
  9. Calon Mahasiswa Baru dapat menghubungi kami secara langsung.
    Jika ada informasi yang belum jelas, Amrizal Batubara (Presiden PPMI) Mesir 081382073411, 085719584224 atau ust, Ahmad Hafifi 082331192666.

NB:

  1. Seluruh Calon Mahasiswa akan ditentukan oleh hasil nilai ujian masing-masing, dengan ketentuan langsung masuk kuliah atau mengikuti kursus bahasa terlebih dahulu. Setelah mengikuti kursus bahasa baru diperbolehkan masuk kuliah.
  2. Untuk pengurusan visa di Kedutaan Besar Mesir baru bisa dilakukan setelah nama-nama yang akan ikut ujian terdata semua dan adanya pemberitaan dari kami terlebih dahulu.

Hal ini semuanya adalah hasil komunikasi kami dengan pihak Al-Azhar dan atas persetujuan pihak-pihak yang bersangkutan seperti Grand Syeikh Al-Azhar, Rektor Al-Azhar, Mudir Markaz Al-Azhar untuk Bahasa, Ikatan Alumni Al-Azhar Pusat di Mesir, Duta Besar Mesir dan Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia(PPMI) Mesir.

Demikian surat ini kami sampaikan, somoga menjadi informasi yang baik bagi kita semua terkhusus bagi Calon Mahasiswa Baru di Indonesia. Dan ini adalah sebagai wujud rasa syukur kita kepada Allah SWT,. Tuhan Yang Maha Esa, atas segala nikmat yang telah Dia anugrahkan bagi kebaikan Negara dan bangsa Indonesia.

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kairo, Sabtu 26 Muharram 1435 H.
30 November 2013 M.

Amrizal Batubara, S.S. (Presiden PPMI Mesir)
Ramadien Akbar (Sekretaris Jenderal PPMI Mesir)

Edaran PPMI 1

Edaran PPMI 2

Edaran PPMI 3

Wisudawan Al-Azhar 2013

Leave a comment

Wisudawan Al-Azhar 2013

Wisuda Al-Azhar 2013 di Al-Azhar Conference Centre

Ujian Al-Quran

Leave a comment

Alhamdulillah, hampir empat tahun tinggal di Mesir. Haru rasanya mengikuti ujian yang insyaAllah jadi ujian terakhir. Ujian kali ini adalah ujian lisan, tak heran jika banyak mahasiswa terlihat pucat ketika dipaksa berhadapan langsung dengan penguji.

Yang menarik adalah pengujiku yang tergolong doktor masih muda. Namun demikian, nampaknya beliau ini sudah bisa dikatakan senior dalam keilmuan. Beliau adalah DR. Ahmad Ramadhan. Dosen pengajar qasas Al-Quran di tingkat satu. Beliau mengujiku dengan begitu santai, tak heran jika aku juga tak terlalu tegang. Apalagi beliau memberiku nilai mumtaz untuk pelajaran qasas tingkat satu dulu.

Ketika memasuki ruang ujian, beliau sudah memasang wajah ramah. Akupun merasa tersanjung dengan sambutan yang beliau berikan. Padahal aku baru saja diakali Dr. Zainal Abidin dengan pengulangan Manahij Mufassirin.

Singkat cerita, duktur memanggilku untuk diuji. Dengan sedikit basa-basi aku mengucap salam dan membuka percakapan. Dengan ini, paling tidak aku merasa siap untuk diuji. Oiya, aku juga sempat menceritakan pengalamanku belajar qasas dengan beliau. Lumayan, rasa sok akrab kujadikan senjata agar pertanyaanya tak terlalu berat.
Alhasil pertanyaan Al-Quran berhasil kujawab dengan baik. Tinggal materi tafsir surat Az-Zukhruf. Menariknya beliau hanya menanyakan beberapa soal saja termasuk diantaranya mufrodat ayat. Alhamdulillah jawabanku tak kekuar dari diktat ta’yin yang sebelumnya sudah dipelajari matang-matang. Kataba Allahu lana minan Najihin. Amin

Doanya ya! #wisudawan2013

Presiden Mesir Shalat Jumat di Al-Azhar

Leave a comment

Tak seperti biasanya, pagi hari di sekitar masjid Al-Azhar sudah tampak bersih. Selain dari itu terlihat beberapa petugas sedang membersihkan detail masjid yang biasanya tak dijangkau. Karpet merah yang menjadi khasanah khusus masjid Al-Azhar terasa begitu sejuk dan sangat rapi. Belum lagi tepat sampah, tempat sepatu dan lemari mushaf yang sudah sangat tertata. Untuk masuk ke masjid pun sudah disiapkan alat pendeteksi atau lazim disebut detektor.

Kunjungan presiden Mursi untuk kali pertama ini disambut meriah oleh warga Mesir. Masjid  yang berukuran sangat besar disesaki warga yang ingin bertemu pemimpin barunya itu. DR. Mursi hadir ditengah-tengah hadirin sidang jumat dengan kawalan paspampres yang super ketat. Didampingi mufti Mesir, DR. Nuruddin ‘Ali Jumah, presiden memasuki masjid untuk menyimak khutbah yang disampaikan oleh wazir aukaf, Syaikh Abd el Faadil Mohammed Abd el-Aziz al-Quusiy.

Dalam khutbahnya Syaikh Al-Quusiy menyampaikan beberapa pesan kepada jamaah, antara lain mengulas kembali kisah Alfaruk -Umar bin Khattab- akan pentingnya toleransi terhadap sesama pemeluk agama, perjanjian Elia, juga tentang peran Al azhar ketika berhadapan dengan penjajah prancis. Hal ini mengundang decak kagum dari jamaah dan memancing tetesan air mata Sang Presiden yang sadar akan beratnya amanah seorang presiden.

Shalat jumat yang juga dihadiri oleh grand syaikh Al-Azhar, DR. Ahmed Thayyib ini berlangsung khidmat meski sesekali warga berbuat gaduh karena ingin melihat presiden baru dari jarak yang dekat. Diakhir khutbah syaikh Al-Quusiy memanjatkan doa untuk kemaslahatan Mesir dan seluruh negara muslim lainnya.

Ini merupakan kesempatan yang luar biasa, bisa melihat langsung presiden Mesir terpilih, DR. Muhammed Mursi. Apalagi  melihat presiden sendiri (Bapak Susilo Bambang Yudhoyono) secara langsung  saja belum pernah. Ini menjadi pengalaman yang luar biasa. Walaupun harus berangkat lebih awal dengan pemerikasaan yang sepintas mirip boarding pass di bandara. hmmmm 🙂
Alhamdulillah.

Syaikh ‘Ied Abd el-Hamid

Leave a comment

Imam Masjid Al-Azhar, Mesir

 Alhamdulillah, lama tak mendengar suara khasnya– akhirnya beliau kembali mengisi khutbah Jum’at. Syaikh ‘Ied Abd el-Hamid, beliau adalah salah satu syaikh yang menjadi Imam di Masjid Al-Azhar. Selain sosoknya yang sangat menjadi panutan, suaranya yang khas menjadi alasan aku begitu kagum pada beliau. Bahkan ketika aku pulang ke Indonesia, suaranya ketika ia memimpin kami sholat berjamaah selalu terngiang. Aku sering berdecak kagum jika membayangkan bagaimana syaikh melafalkan bacaan Al-Quran dengan begitu fasih. Hal serupa juga diungkapkan oleh salah seorang kakak seniorku yang sudah tuntas melaksanakan studi dan bermukim di tanah air. Ia mengatakan rasa rindunya dengan suara khas Saikh ‘Ied.

Masih hangat dalam ingatanku ketika aku baru datang ke Mesir  dan sholat Isya di Masjid Al-Azhar. Beliau imam sholat pertamaku di Masjid bersejarah ini. Saat itu pula aku ingin selalu menirukan gayanya melafalkan Al-Quran. Begitu indah, lebih dari sekadar merdu. Selesai sholat aku langsung bertanya kepada kakak pembimbingku. “Kak, siapa nama imam sholat isya tadi? suaranya begitu enak didengar!”. Rupanya ini rasanya jatuh cinta pada “pandangan” pertama. Lebih tepatnya pada pendengaran pertama, hehe… Kakak seniorku tadi menyebutkan nama beliau. Dari sana aku mulai mengetahui siapa imam yang aku kagumi ini. “Nanti kalau kamu sudah tidak di Mesir, pasti kamu akan merasa rindu dengan suara khas syaikh ‘Ied” Tegas kakak. Aku hanya menanggapi seperlunya.

Benar saja, ketika pulang– aku ingin segera kembali ke Mesir untuk sekadar sholat berjamaah dan menjadi makmum syaikh ‘Ied. Ketika sudah agak lama di Mesir, aku mulai berani mencium tangan beliau selepas shalat. Aku selalu memintanya untuk mendoakan agar aku bisa mendapat ilmu yang bermanfaat dengan belajar di Al-Azhar ini. Bahkan ketika menghadapi ujian beliau mendoakanku agal lama dan meminta aku mengaminkannya, padahal saat itu kami berada di pintu keluar dari dhillah fatimiyyah (Bagian dalam Masjid Al-Azhar). Beliau mengusapkan tangannya dikepalaku. Aku merasa bahagia dan merasa sangat tenang setelah syaikh mendoakanku yang lebih khusus untuk mengahadapi ujian.

Sudah hampir setahun ini beliau tak sesering dulu menjadi imam. Mungkin beliau sedang sakit, aku mengira demikian karena kondisinya yang tak muda lagi dan ketika ceramah pun beliau sering batuk ringan. Nampaknya memang benar-benar sakit. Kali ini Syaikh Zakaria dan Saikh Abdullah yang lebih sering menggantikan perannya menjadi imam. Aku selalu mendoakan agar beliau dipanjangkan umur dan diberi kesehatan dan kehidupan yang selalu berkah. Aku dan mungkin banyak diantara saudaraku yang muslim sangat memerlukan kehadiran sosok seperti beliau. Apalagi beliau sangat terkesan ramah dan begitu rahmah kepada jamaah.

Tak heran jika aku sangat merasa senang dengan kehadiran beliau di mimbar khutbah Jum’at kali ini. Aplagi beliau tampak lebih energik dari biasanya. Beliau sudah benar-benar sembuh dan mudah-mudahan selalu diberi kesehatan oleh Allah SWT. Muqaddimah yang disampaikan juga sangat enak didengar. Beliau membawakan khutbah dengan suara yang agak sendu tetapi benar-benar mengena dan sampai ke telinga hadirin yang mengikuti khutbah.

Yaa Allah, Kumpulkanlah kami dengan orang-orang shalih. Amin…

Fajar Penuh Tanya

2 Comments

Waktu ujian hanya tinggal beberapa jam saja, Aku dan temanku pergi ke Masjid untuk menguatkan hafalan. Berjalan ditengah lorong sempit yang disambut cerah berkabut hitam selepas keluar lorong. Pemandangan seperti inilah yang biasa dialami jika hendak keluar rumah. Maklum apartemen yang kami sewa membelakangi masjid Al-Azhar, sehingga perlu berputar arah untuk samapai disana. Atau bisa juga melalui lorong sempit sebagai alternatif pilihan kedua.

Sesampainya di masjid aku disuguhi pemandangan yang tak mengenakkan. Seorang pria paruh baya nampak sedang dipukuli oleh sekelompok pemuda yang sepertinya adalah mahasiswa yang ingin menghafal disana. Aku lantas bertanya pada seorang pemuda yang hanya berdiri tegak mengamati peristiwa itu. “Fii eh ya shadiqi?” dengan penuh rasa kaget aku bertanya tentang apa yang terjadi. Pemuda itu dengan tenang menjawab : “itu ada pencuri yang tertangkap tangan”.

Aku hanya terdiam kaku setelah megetahui kejadian itu. Aku benar-benar kaget, apalagi kulihat tangan si pencuri mengeluarkan darah akibat dipukuli.  Terus terang aku merasa iba dengan nasib pencuri yang belakangan kuketahui mengambil uang beberapa pound saja. Rasanya tak ada apa-apanya jika dibandingkan koruptor yang mengambil milyaran bahkan triliyunan uang milik bersama. Mungkin juga ia mencuri bukan karena rakus pada harta melainkan karena butuh untuk sesuap makan saja. Entahlah, beberapa spekulasi berputar dibenakku, terlebih ketika melihat ia sudah sangat renta dan berjalan terpapah. Ia tak bisa apa-apa.

Aku tak ingin menghukumi ia sebagai pencuri meski ia mengambil uang yang bukan miliknya. Bahkan salah seorang pemuda Mesir membisikan pendapatnya di telingaku. “Kasihan ya bapak itu, fukara sepertinya harus diperlakukan dengan sangat tidak wajar” aku mengiyakan dan memintanya menolong si “pencuri” yang diseret keluar masjid oleh gerombolan pemuda itu. Pemuda tadi nampak beristighfar dan langsung memboyong bapak yang dikerumuni para pemuda itu.

Uang yang bukan miliknya ia ambil. Ia bisa dikatakan pencuri. Tapi apakah itu juga bukan akibat dari kelalaian mereka yang sebenarnya  mampu membelikan makanan untuk kaum dhuafa. Bukankah Islam  tak rela membiarkan saudaranya yang kurang mampu kesulitan menacri rezeki sehingga berdampak mencuri?.

Pikirku kembali bercabang. Kalau saja zakat benar-benar efektif dikeluarkan dan disalurkan pada fakir miskin mungkin mungkin tak harusa ada pencurian karena alasan membutuhkan makanan lagi. Lantas pikiranku kembali terpancing, kenapa hukuman yang diterima si pencuri yang mengambil uang tak seberapa itu begitu berat? Tak sadar aku mengungkapkan pertanyaan itu pada salah seorang teman disampingku. Temanku dengan senyuman khasnya menjawab, “mungkin ini kifarat atas dosa yang ia lakukan untuk memperingan bebannya di akhirat nanti. Berbeda dengan koruptor yang mencuri limpahan harta, ia tinggal menikmati kehidupan dunia yang penuh tipudaya saja karena dia akirat tak ada kesempatan untuk menikmati hidup akibat siksaaan yang abadi. Wallahu a’lam”

Termenung dengan kejadian yang mebuatku bertanya-tanya, aku lantas berupaya mengalihkan pandanganku agar kembali terfokus pada buku yang sedari tadi kubiarkan begitu saja…

#Tafakkur, sesaat sebelum ujian tajwid

Older Entries