Home

Santri Petualang

Leave a comment

 

This slideshow requires JavaScript.

The International Samaa Festival 2013

Leave a comment

The International Samaa Festival for Spiritual Music and Chanting opens in Cairo

Nov. 17, 2013 07:48
The International Samaa Festival for Spiritual Music and Chanting opens in Cairo

Samaa Festival – The Cairo Post/Lorena Rios
By LORENA RIOS

CAIRO: A full moon, the majestic Saladin Citadel and an invigorating Saharan breeze welcomed the International Samaa Festival for Spiritual Music and Chanting on Saturday. Musicians from 12 countries performed traditional songs representative of their people and culture, under the direction of festival founder Intessar Abdel Fattah.

A red carpet lined with young men and women dressed in traditional Egyptian costumes greeted the hundreds of people who attended the concert. Off to the side, there was a small bazaar where attendees could buy crafts from different countries.

Intessar Abdel Fattah is both the organizer of Samaa Festival and the manager of the Sufi ensemble of the same name. This year marks the sixth anniversary of the celebration of peace through music, although last year’s festival was cancelled due to the political situation.

The festival invites musicians and singers “from any country, no matter their language, religion or nationality,” said Abdel Fattah to The Cairo Post. This year featured participants from China, Albania, Indonesia, Tunisia, Russia, Greece, Azerbaijan, Sudan, Pakistan, Morocco and Yemen. “Music comes from the heart,” he said. “That´s all that matters.”

The concert opened up with the two Egyptian ensembles present, which combined Sufi and Christian music into one beautiful melody, capturing Egypt´s own diversity. For the next two hours, eleven countries raised their voices to the rhythms of their traditional sounds. The presence of each nation´s identity materialized through their music and chants.

¨The only way to achieve peace is through dialogue,” said a musician for the Greek ensemble. “This festival is dialogue,” he added. Throughout the night, the audience joined in with the musicians, clapping their hands to the beat of the powerful chants. “As performers, we feel the connection,” said Noor, a member of the Indonesian ensemble.  “We are here to carry the message of peace to everyone, no matter their religion,” he said.

“Our music is very different from Islamic music,” said a member of the Chinese ensemble. “Our songs are Taoist, yet we both sing religious music from the heart,” he said.

The festival last until until Nov. 21st and it is free of charge.

Wisuda

Leave a comment

Wisuda

 

Beasiswa Ke Mesir

9 Comments

Kuliah di luar negeri nampaknya jadi cita-cita banyak orang, namun tak sedikit dari mereka yang hanya mengejar gengsi. Padahal ada hal yang harusnya jadi tujuan utama. Mencari ilmu, jika ini menjadi tujuan utama, rasanya tak perlu mengharapkan belas kasihan ataupun sumbangan dari orang lain. Karena Allah-lah, Sang Maha Kuasa yang menjamin dan meninggikan derajat pencari ilmu. Terlebih biaya hidup di Mesir ini relatif terjangkau. Niat awal harus baik. Terlepas dari itu semua, saya hanya ingin sedikit berbagi pengalaman studi di luar negeri, ke Mesir lebih tepatnya.

Persiapan Sebelum Berangkat

Lulus sekolah tahun 2009, saya mulai bingung memikirkan perjuangan selanjutnya. Sempat mendapat beasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di daerah Tangerang, peluang itu tidak saya lanjutkan karena merasa kurang cocok.
Suatu ketika, saya buka internet dan iseng mencari informasi beasiswa ke luar negeri. Akhirnya ada pengumuman pendaftaran beasiswa ke Mesir.
Meski pada mulanya bermodal nekad, perlahan saya ubah menjadi rasa berani.

Sebulan penuh saya berusaha menghafal Al-Quran dan belajar bahasa arab. Keduanya merupakan syarat standar masuk Al-Azhar. Saya sebut “standar” karena itu merupakan modal awal yang dimiliki semua pemohon beasiswa.

Diluar kedua syarat itu, saya berusaha mencari poin tambahan agar menarik penguji. Tahsin, memperhalus bacaan; ini akan menjadikan sedikit perbedaan dengan yang lain. Penampilan; hal ini juga saya manfaatkan agar tampil beda. Hemat saya, tidak banyak para pemohon beasiswa yang bisa meyakinkan penguji lewat penampilan. Meskipun tak berkaitan dengan materi yang diujikan, saya menceritakan keadaan di lingkungan tempat tinggal saya yang membutuhkan tenaga ahli dibidang agama. Seolah-olah saya dibutuhkan oleh masyarakat sekitar sebagai kader dakwah. Hasilnya, alhamdulillah saya dinyatakan lulus seleksi. Padahal, saya lulusan sekolah umum yang tidak belajar bahasa arab. Hadza min fadhli Rabbi, inilah anugerah Allah yang harus terus saya syukuri.

Hidup di Perantauan

Jangan berpikir beasiswa yang diberikan akan selamanya memenuhi kebutuhan hidup di negeri orang. Apalagi ingin sejahtera, atau tak sekadar cukup. Untuk itu, saran saya, pandai-pandailah mengatur dan mencari penghasilan tambahan. Dari mana? Di Mesir ini banyak sekali dermawan yang menginfaqan hartanya. Tidak gratis tentunya, hampir semuanya menentukan kategori penerima bantuan. Jadi, kita yang harus menyesuaikan diri.

Ragam Beasiswa

Beberapa lembaga ada yang mengharuskan perolehan nilai jayyid/baik sekali, ada juga yang mengharuskan miskin, hmmm. Maksudnya, penerima benar-benar membutuhkan.

Disamping itu, ada juga sumber penghidupan lain. Misalnya, alhamdulillah saya tergabung dengan salah satu tim nasyid yang sudah dikontrak untuk tampil rutin (gajinya pun rutin 🙂 ). Yang menarik adalah undangan ke luar negeri; dapat pengalaman unik, honornya pun fantastik. Ada pula tawaran menjadi imam masjid. Agak berat, tapi bermanfaat dunia akhirat. Ikhlas! Jadi bisa persiapan jika dibutuhkan di tanah air, tambahannya; pahala dunianya juga lumayan.

Potensi berbanding lurus dengan rezeki jika dimanfaatkan dengan baik. Membaca, menulis bahkan bernyanyi adalah modal pengais rezeki.

Terakhir, rajin nabung. Jangan pulang ke tanah air dengan kantong kering. Paling tidak, tiket pesawat dan modal nikah (diluar beasiswa/tidak ada beasiswanya) itu harus dipikirkan.
Banyak diantara mereka yang terlampau percaya diri dengan titel luar negeri. Upayakan pulang ke tanah air dengan membawa lapangan pekerjaan untuk orang lain.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan :
– Niat; luruskan niat karena Allah.
– Mantapkan usaha sembari terus berdoa. Bila memungkinkan, mintai doa orang-orang yang dikenal.
– Ikhtiar dhahir yang meliputi :
¤  Tekad kuat, meyakinkan keinginan dan menggali informasi secara mendalam.
¤  Penuhi syarat penerima beasiswa, termasuk kelengkapan imigrasi. Cari nilai tambah untuk menarik penguji.
¤  Persiapan sebelum berangkat, terutama mental.
¤ Di perantauan ada banyak hal yang bisa kita lakukan. Manfaatkan potensi diri, bila perlu, latih dan terus pertajam menjadi sebuah      keterampilan. Ini akan menjadi bekal berharga untuk tetap survive selama berjuang di perantauan. Jadilah tamu yang baik dengan menyeimbangkan syukur dan sabar.

#Postingan ini diikutsertakan dalam Kuis Berhadiah Oleh-oleh ABFI 2013

Selamat Malam Kairo

Leave a comment

“… Pulang aku malu, tak pulang aku rindu”. Barangkali ungkapan inilah yang mewakili lidah yang kaku.
Pulang! Itu yang akan terjadi dan seharusnya terjadi. Tapi dengan apa aku akan pulang? Masihkah dengan kebodohan? Atau dengan sifat kekanak-kanakan? Tak cukupkah Kairo membuatmu tumbuh besar dan dewasa?
Entahlah, semakin lama aku tinggal disini, semakin bodoh. Banyak hal yang belum aku ketahui. Semakin dalam aku menyelam, semakin indah yang kurasakan.

Kairo, kota tua dengan segudang khasanah keilmuan. Pantas saja jika orang yang kesini harus menyiapkan keikhlasan dan memanfaatkan kesempatan.

Lalai beberapa saat saja, berapa ilmu yang terlewatkan.
Jangan biarkan Kairo berlalu begitu saja. Ia dengan senang hati membiarkanmu singgah. Tanpa pamrih ia berbagi berkah.
Kairo, jangan biarkan aku lalai dengan pesonamu.

Pavarotti in Egypt

Leave a comment

بافاروتى” فى رسالة سلام بقبة الغورى”

الأحد، 17 فبراير 2013 – 04:17

مركز إبداع قبة الغورى

 

بعد النجاح الكبير لفرقة رسالة سلام بالأكاديمية جميعا ليشاركوا رسالة سلام فى حب مصر، تضمن البرنامج أغانى باللغة الإيطالية والفرنسية، بالإضافة إلى اللغة العربية تأكيدا على التواصل الإنسانى بين الشعوب.

يقيم مركز إبداع قبة الغورى من خلال فلسفته حوار فنون ثقافات وحضارات الشعوب مع دول العالم المختلفة احتفالية كبرى بعنوان “معا من أجل مصر”، وذلك يوم الأحد الموافق 17 فبرالمصرية بروما برئاسة الدكتورة جيهان ذكى قدمت الفرقة احتفالية كبرى فى حب مصر بالمشاركة مع مغنيين وعازفين من إيطاليا جاءوا اير فى تمام الساعة 8 مساء، تتضمن بعض مقتطفات من أغانى بافاروتى المغنى الإيطالى الشهير وبعض الأغانى الإيطالية الأخرى المعروفة التى تؤكد على المحبة والتسامح والسلام باللغة الإيطالية والعربية، بالإضافة إلى برنامج رسالة سلام، الاحتفالية رؤية وإخراج انتصار عبد الفتاح.

source : youm7

Risalah Salam Akhir Tahun 2012

Leave a comment

 

"رسالة سلام" تحتفل بالعام الجديد الأحد

جانب من العروض
خاص- بوابة الوفدالجمعة , 28 ديسمبر 2012 11:38

يقيم قطاع صندوق التنمية الثقافية برئاسة المهندس محمد أبو سعدة الاحتفالية الشهرية “رسالة سلام” التي تقام في الثامنة مساء الأحد 30 ديسمبر القادم بمركز إبداع قبة الغوري بقلب القاهرة التاريخية احتفالاً بالعام الجديد وقام بإعداد وإخراج الحفل الفنان انتصار عبد الفتاح.

تأتي احتفالية هذا الشهر تأكيداً علي سماحة وحضارة الشخصية المصرية حيث ترفع الاحتفالية شعار “الإنسان هو الوطن والوطن هو الإنسان”، وذلك من خلال لقاء فني فريد يجمع الألحان الدينية والصوفية بالترانيم القبطية والكنائسية ينصهر خلالها الفن الإسلامي بالفن القبطي في لحظة فنية إنسانية واحدة لترسل للعالم كله رسالة سلام مصرية عالمية.
ويشارك بالاحتفالية عدة فرق فنية منها : فرقة “سماع للإنشاد الصوفي” التي تضم أهم الأصوات المتميزة بأقاليم مصر، وفرقة “الألحان والترانيم القبطية” التي تقدم التراث القبطي بألحانه الفريدة والمتميزة بالكنيسة المصرية، وفرقة “الترانيم الكنائسية آكابيلا” التي تقدم أشهر الألحان الكنائسية العالمية لكبار المؤلفين بالعالم بدون مصاحبة الآلآت الموسيقية، وفرقة “إندونيسيا للإنشاد” التي تقدم لنا أشهر الأغاني الدينية والإندونيسية بلغات أجنبية مختلفة.
وفي نهاية الحفل تجتمع كل هذه الفرق لتنصهر في فرقة واحدة لتقدم للجمهور لحناً موحداً تعبر عن روح الشخصية المصرية الحقيقية.

اقرأ المقال الأصلي علي بوابة الوفد الاليكترونية الوفد – “رسالة سلام” تحتفل بالعام الجديد الأحد

Older Entries