Bingung dengan apa yang dilakukan warga Mesir saat ini. Tahun lalu senangnya bukan main; dipimpin orang hebat  dengan berbagai kelebihan. Hafalan Qur’annya pun dibangga-banggakan, tak sedikit yang membanding-bandingkan perjuangannya dengan perjuangan Nabi Yusuf karena “kemiripan” proses yang dilalui.
Hari ini, “sang pemimpin” malah ditekan untuk menentukan sikapnya. Desakan untuk mundur ramai dimana-mana. Apa sebenarnya yang diharapkan??? inikah bukti “politik” itu jauh dari kata konsisten dan komitmen??? yang ada hanyalah panji permusuhan. “Dulu kawan sekarang lawan, dulu lawan sekarang tetap lawan”.