“Sudahlah bray, jangan sok jagoan… Pake bilang rohis sarang teroris segala :p ”

Awalnya saya tak mau menanggapi “celoteh” orang yang pengen dianggap pengamat. Tapi, tak tega juga membiarkannya terlihat bodoh. Pendapatnya mengenai rohis yang melahirkan bibit teroris rasanya sudah sangat keterlaluan. Se”brengsek” apakah penguasa negeri ini sampai segala sesuatunya serba terbalik. Orang yang nyata-nyata ingin hidup lebih baik malah jadi bulan-bulanan tudingan.

Haruskah penegak hukum tertumpu pada istilah teroris yang seperti dibuat-buat, belum lagi pelakunya yang acapkali disebut “terduga”. Haruskah orang yang diduga itu menjadi korban pemilik skenario? Jika saja saya dapat berbuat banyak, ingin rasanya menukar peran dens*s 88 dengan KP*. Dengan sigap sang pahlawan membabad terduga, disisi lain mereka yang tersangka dengan enak kesana kemari menikmati hasil curian.

Astaghfirullah.
Allahumma ij’al baladana aaminan muthmainnan…. Amin