Alhamdulillah, masih berkesempatan menunaikan salah satu kewajiban (memasak). Yang menarik, jadwalku mengalami penambahan (Asik dapet bonus… hehe, yang ada malah capek boss). Semenjak kepergian Yayi Hafidz menunaikan umrah aku harus siap mengisi jadwal masaknya di rumah idaman ini. Tak apalah, itung-itung beramal dan belajar. Bukankah kalau keseringan, masaknya jadi lebih terlatih? heheh (sok tegar dan bela diri). Tapi benar-benar peluang langka. Paling tidak, aku akan dengan gampang beradaptasi jika nanti istriku berhalangan untuk memasak, hehe (Cihuy… suami idaman cenah…).😀

Yang lebih nikmat lagi, jadi gak banyak waktu buat keluar rumah. Lumayan menghindari panas yang mnyengat dan pemutihan kulit biar tak terlalu gelap. Hehe… Lumayan kan agak PD kalau kulitnya berwarna? hehe…  Apalagi ini sekaligus menjadi khadim tamu Allah. Pak Yayi Hafidz mendoakan lebih buat yang bersedia menggantikan jadwal masaknya. Bisa jadi doanya di multazam akan dipanjatkan secara khusus tuh buat yang masak, entah doa murah rezeki atau doa agar jodohnya semakin mendekat, heueheu… Amin banget Pak Yayi. Atau kalau bosan mendoakan panggil saja saya kesana, ok? gampang kan… biar bebas berdoa disana…🙂