Hafidz Muzadi

Alhamdulillah, pagi ini rumah terasa agak rame dengan persiapan salah seorang kawan satu rumah ke tanah suci. Hafidz Muzadi, kawanku asal banyuwangi ini berangkat menunaikan ibadah umrah bersama guru kami Syaikh Yusri Rusydi Al-Hasani. Meski ini umroh pertamanya, namun dia terlihat lebih tenang karena bimbingan langsung dari gurunya itu. Terlebih keberangkatannya ke tanah suci juga tidak sendirian melainkan satu rombongan dengan warga Mesir.

Kami kawan satu rumahnya hanya mengantarkannya dengan doa juga sebuah harapan agar didoakan dan disampaikan salam takdzim kami kepada Baginda Tercinta. Kesempatan langka ini juga dimanfaatkan sebagai momentum mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bagi kami yang ditinggalkan tentu tak mau ketinggalan meski hanya dengan sebuah ketaan dalam berdoa. Terkhusus dalam kesempatan ini, kami memohon doa agar kami dilancarkan dalam urusan mencari ilmu yang mana kali ini harus berharap-harap cemas menunggu hasil kelulusan ujian Al-Azhar.

Sempat agak gugup ketika mendekati waktu dzuhur, Hafidz lupa membawa sesuatu. Kami pun dibuat bingung karena serba panik dan tak mengetahui kalau barang yang ketinggalan itu sudah dibawa oleh salah seorang anggota rumah kami untuk disampaikan. Padahal saat itu aku sendiri telah mengantarkannya sampai kupastikan ia naik taksi menuju Muqattam. Namun, karena kamera tertinggal di rumah kami kejar-kejaran dengan dia yang sudah naik taksi. Beruntung ia sempat mengingatnya dan kembali ke rumah sampai dua kali. Sungguh suatu pelajaran agar tenang dan tidak panik. Yang tak kalah pentingnya adalah mempersiapkan barang bawaaan dan memastikan agar tidak ada yang tertinggal. Apalagi berangkat ke tanah suci tentu membutuhkan kadar kekhusuan yang lebih. Paling tidak, kalau ada yang tertinggal itu ada yang dipikirkan diluar keperluan ibadah agar lebih khusu. Padahal aku sudah mewanti-wanti untuk mengecek satu persatu barang bawaan. Sedikit berbagi pengalaman ketika aku berangkat ke Jerman pun aku sampaikan. Namun aku juga harus memaklumi kalau keberangkatan ke tanah suci tentu akan terasa lebih berat dan mengharukan karena berhubungan langsung dengan panggilan Allah SWT.