Sulit untuk menyadari betapa besar nikmat sehat– ketika sehat ada pada diri kita. Berbeda dengan masa ketika ia menjauh. Kita banyak disadarkan dan diingatkan bahwa sehat itu mahal, bernilai luar biasa. Aku tak tahu berapa uang yang harus dikeluarkan untuk mengembalikan kesehatan. Pengorbanan besar yang harus tergadaikan untuk menjemput kesehatan. Bahkan tak sedikit merekan yang kebingungan mencari dimana sebenarnya derajat ketinggian sehat itu berada, sehingga tak bisa dinilai dalam bentuk nominal.

Aku yang saat ini masih terkapar dengan jemari yang terpaksa memijit-mijit keyboard merasakan betapa sakit itu… (sulit dicantumkan disini ;( ) Paling tidak, dengan sakit aku menutupi kebenaran yang sebenarnya terjadi. Ketika aku coba menghubungi orang tuaku di tanah air lalu beliau menanyakan kabarku yang lantas kujawab baik-baik saja. Sepertinya aku sedang berbohong, padahal aku tak mau meratapi dan dikasihani orang tua sehingga meraka mengkhawatirkan kondisiku. Aku hanya memohon doa aga aku benar-benar sehat kembali.

Alhamdulillah, dengan sakit yang kurasa, perlahan aku diingatkan pada besarnya kasih sayang Allah… Syukurku untuk kesehatan yang selama ini Engkau anugerahkan kepada kami Yaa Allah…