Sehat merupakan nikmat yang terkadang sulit disyukuri ataupun sekedar dinikmati. Karena terasa sebagai sesuatu yang semestinya ada dan dirasakan setiap manusia, terkadang keberadanya tidak dianggap sebagi sesuatu yang istimewa. Dengan kata lain, manusia sehat itu biasa, kalau sakit baru terasa beda. Padahal kesehatan itu benar-benar luar biasa manfaatnya.

Aku termasuk orang yang masih meganggap kesehatansebagai sesuatu yang biasa dan mestinya dirasakan setiap manusia. Sehingga kesehatan itu tak kuanggap sebagai sesuatu yang sangat berharga. Tapi, Alhamdulillah… Allah mengingatkanku dengan ujian yang begitu dahsyat. Aku kembali tersadar akan nikmat yang luar biasa ini, nikmat yang begitu besar. Nikmat sehat.

Sehari sebelum ujian terakhirku aku merasakan demam yang  tak tertahan. Bahkan aku nyaris tak sadar, padahal aku harus bersiap menjalani ujian terakhit termin ini. Aku sudah pasrah, apapun yang terjadi akan kuterima. Logika memberi penyataan yang menjatuhkan. Aku tak akan lulus madah terakhir ini karena kesiapan yang kosong dan kondisi kesehatan yang menurun.

Aku sendiri tak tahu apa penyebabnya. Tubuhku tiba-tiba lemas dan mengeluarkan keringat. Tak bisa berkonsentrasi– apalagi dengan materi hadits yang menuntut fokus yang sangat detail. Inilah ujian yang sebenarnya, ujian yang tak sekedar menuntut aku untuk bersabar, lebih dari itu aku harus mensyukuri nikmat sehat yang selama ini aku alami. Kuasa Allah memang tiada bandingan.