Bukan gosip apalagi intuisi Sang juru khutbah, melainkan karena hal ini memang patut diperbincangkan. Dalam kesempatan yang berurutan – lagi-lagi – Syaikh Zakarya, salah satu imam masjid Al-Azhar menyampaikan khutbah tentang kepemimpinan. Mungkin ini berkaitan erat dengan keadaan Mesir saat ini. Dan memang seorang khatib dituntut untuk seperti itu, menyampaikan ‘ibrah dalam cakupan yang sesuai waqi’ atau keadaan.

Aku sangat salut dengan Syaikh yang satu ini, bahasan khutbah yang sangat mendalam tak hanya disampaikan pada kesempatan khutbah jumat saja. Beliau bahkan lebih gamblang menyampaikan pesan-pesannya pada hampir setiap waktu dars setelah berjamaah shalat maghrib. Beberapa pandangannya seputar kepemimpinan bisa jadi acuan warga Mesir untuk memilih siapa yang layak untuk menjadi pengganti rezim terdahulunya.

Syaikh menegaskan beberapa poin penting yang menentukan layak dan tidaknya seeorang memimpin. Sesekali ia menyampaikan targhib akan tugas berat seorang pemimpin. Jangankan presiden yang memimpin suatu negara, menjadi pemimpin keluarga pun rasanya sulit. Apalagi harus dipertanggungjawabkan dihadapan Yang Maha Kuasa.