Hari materi yang sangat menggembirakan, Tajwid. Rata-rata mahasisawa sudah mempelajari materi yang satu ini. Maklum saja materi yang berkaitan erat dengan Kitab suci Al-Quran ini menjadi pokok pelajaran hampir disetiap pesantren. Jadi, bisa dibayangkan bagaimana peserta ujian dengan empuk melahap seluruh soal.

Materi yang diajarkan disini tidak jauh berbeda bahkan relatif sama dengan yang telah kupelajari selama di Indonesia. Hanya saja ada banyak poin tambahan seperti pada pembahasan “Alif Lam sukun” mungkin selama ini kita hanya mengenal pembagiannya alif lam qamariyyah dan alif lam syamsiyyah. Namun, disini diperinci dengan membagi kepada lima poin inti dan beberapa poin lanjutan.

Soal yang mencakup pemahan dan beberapa hafal definisi lengkap dengan contoh menjadi ciri khas tipe soal tajwid. Kendati demikian mudah-mudahan ini madah yang bisa menjadi syafaat atau bisa membantu nilai madah lain yang agak kurang.  Apalagi materi ini terbialang dekat kaitannya dengan madah asasi. Semoga dosen bertasammuh pada kami yang ghair nathiq bil arab.

Respon dosen yang sekaligus penulis buku tajwid, DR. Thariq Abdullah Diab juga sangat menarik. Ketika ujian beliau hanya berkeliling dan jarang menerima pertanyaan dari peserta. Hal ini menunjukkan bahwa soal ujian tak terlalu sulit dan cenderung bisa dijawab peserta dengan baik.

Semoga apa yang dipelajari sejak kecil sampai sekarang (Baca : Tajwid) ini bermanfaat. Paling tidak untuk mewujudkan cita-citaku membuat halaqah qiraat di masjid Al-Ihsan. Amin🙂