Sudahlah,
Aku tak mungkin berharap lebih selama “ijab-qabul” belum kulakukan.
Biarlah Allah yang tahu kepada siapa hati ini merasa rindu…

Aku tahu apa yang harus kujalani, lebih dari sekedar membahagiakan. Mungkin “ia” berharap diperhatikan lebih– sampai sarapanpun ingin kuingatkan. Namun, aku selalu teringat mana yang hak bagiku. Meski terkadang hati ini ingin seperti orang lain yang hanya sekedar “berkawan” tetapi sudah sedemikian romantis. Tapi… aku tahu, bagaimana syariat menuntutku, bagaimana ia menjadi pedoman hidup. Tak semestinya melabuhkan sebuah kemesraan pada yang bukan sang empunya, dan yang berhak menerimanya.

Sudahlah,
Jika memang keberatan dengan sikapku, -dengan sangat egois- aku akan membiarkanmu menentukan pilihan. Ini jalan yang harus kutempuh, yang tak mungkin kutinggalkan hanya demi sebuah kata “perhatian”.

Sadarilah…
Memang aku yang harusnya sadar dengan keberadaanku. Siapa aku– siapa orang tuaku, bagaimana lingkunganku, darimana dan mau kemanakah aku… Aku jua yang harus tahu.

Ingatlah…
Tak banyak yang bisa kuperbuat selain menitipkan rasa ini pada Yang Maha Punya. Biarka Dia yang membinmbing alur hidup yang dijalani. Usah ragu dengan apa yang kita inginkan. Ia maha bijak memberi apa yang dibutuhkan.

Jika ragu dengan apa yang dipikirkan, berhentilah -atau usahakan- untuk yakin. Karena boleh jadi keraguan itu adalah bagian hidup yang sebenarnya keluar jalur sehingga tak bisa memastikan langkah selalu benar. Karena kebenaran itu menentramkan. Jika hati saja tidak membenarkan– masih meragukan, lalu apa yang sebenarnya terjadi. Jangan-jangan itu jalan yang salah, jalan yang selalu membuat ragu, menjadikan bimbang -tak pernah merasa nyaman- dengan keadaan. Selalu mempertanyakan kenapa? kenapa? dan kenapa?

Ketahuilah…
Jika Sang Pemilik hati meridhai, Ia akan biarkan hati ini terpatri. Terpaut pada aturan dan tuntunan.
Jangan biarkan hati ini menjadi ragu akan janjinya. Ath-Thayyibuun li ath thayyibaat….
(Ia ciptakan berpasang-pasangan…)

#Dan akan kubiarkan “rasa” ini mengalir… Tak akan kumulai sebelum aku benar-benar yakin.