Beasiswa akan selalu diharapkan kehadirannya. Terlebih bagi mahasiswa sepertiku yang kuliah jauh dari orang tua– tentu butuh tambahan biaya hidup yang kadang tak diketahui orang tua. Bahkan terkadang sulit untuk memberanikan diri menyatakan habisnya biaya bulanan. hehe… Tak jarang, mahasiswa mencari kerja sampingan untuk sekedar menambah uang saku dan biaya sehari-hari.

Di mesir, beasiswa tak hanya dikeluarkan oleh pihak Al-Azhar. Banyak lembaga lain seperti bait zakat Kuwait atau semisal Jam’iyyah Syar’iyyah. Tak sedikit diantaranya yang tak hanya memberikan biaya bulanan tapi juga memberikan asrama tempat tinggal mahasiswa.

Minhah (Beasiswa) Wahbah salah satu sumber tambahan uang saku, hmmm. cara untuk mendapatkannya tak terlalu rumit. Hanya disyaratkan naik tingkat yang dibuktikan dengan tanda tangan ‘amid kuliah dan mengisi formulir yang dilengkapi keterangan tidak menerima besiswa dari sumber yang lain. Hal ini mungkin tak seberat melakukan tahlil dam atau membuat rekening bank seperti disyaratkan oleh lembaga lain. Jika berminat, hanya tinggal mengunjungi beberapa lembaga beasiswa untuk dimintai keterangan bahwa kita tidak menerima beasiswa dari lembaga tersebut. Lain halnya dengan suatu lembaga yang menyaratkan pembuatan rekening– syarat membuka rekeningnya harus menyimpan saldo minimal 1000 Pound Mesir atau sekitar 1,7 juta rupiah.

Alhamdulilah namaku tercantum dalam daftar penerima beasiswa. Tak berlama-lama aku langsung ke tansik yang terletak di komplek Universitas Al-Azhar di kawasan Hayy Sadis. Atau yang lebih dikenal dengan kawasan kuliah thibb. Dengan memperlihatkan karneh tau kartu mahasiswa uang pun langsung diterima.

Alhamdulillahi alladzi bini’matihi tatimmu ashshalalihah….
Asykuru laka Yaa Rabb…