Dai Nada, Thubul Nubiya dan Alat Sya’biy berkolaborasi di Istana Ghuri

Minggu, 3 Juni8 2012, Istana Ghuri kembali dipadati para tamu undangan dari berbagai kalangan. Hadir beberapa tamu penting dari kementrian kebudayaan Mesir. Acara yang digelar di bilangan Ghuriyyah, Hussain-Kairo ini menampilkan berbagai kesenian tradisional Mesir. Yang menarik adalah penampilan Dai Nada yang tidak membawakan lagu aliran nasyid. Didampingi beberapa anggota dari tim Lingkung Seni Gentra Pasundan-KPMJB Mesir, Dai Nada didaulat membawakan beberapa lagu daerah Indonesia.

Bengawan Solo yang dikenal warga Mesir dengan judul Nahr el-Nile ini kembali membuat tepukan tangan penonton bergemuruh. Warna musik keroncong yang belum banyak didengar warga Mesir– bahkan warga Indonesia sendiri masih jarang mendengarkan aliran musik yang satu ini memancing  kekaguman atas pertunjukan baru ini.

Penampilan kolaborasi ini merupakan agenda kedua kalinya setelah sempat launching dihadapan menteri kebudayan Mesir, DR. Mohamed Shabir Arab. turut hadir dalam kesempatan ini menteri pariwisata, Mounir fachri Adb el-Nour. KBRI Indonesia juga memberikan perwakilannya dengan mengutus bapak  Amir Syarifudin dan bapak M. Nursalim. Setelah sukses menggelar penampilan pertama, akhirnya DR. Inteshar Abd El-Fatah (Direktur Ghuri) kembali dipercayai untuk melaksanakan hal serupa.

Kolaborasi seperti ini diharapkan dapat mempererat hubungan diplomatik Mesir dengan Indonesia khususnya, juga dengan berbagai negara lainnya dalam hal kebudayaan. Terlebih dengan kehadiran Dai Nada yang  sudah sejak lama bergabung dengan tim Risalah Salam– tim bentukan direktur Ghuri.