Pagi hari di masjid Al-Azhar. Aku terharu ketika melihat dua orang mahasiswa yang sepertinya asal Malaysia. Keduanya dengan khidmat mengaji kepada seorang Syaikh persis di depan mimbar masjid Al-Azhar. Padahal kulihat sekelilingku masing-masing sedang khusu’ membaca diktat, aku salah satu diantaranya. Sepertinya waktu kami hanya untuk diktat. Padahal kedua orang tadi pun sepertinya tengah ujian, namun dengan istiqamah mereka mengaji pada syaikh tersebut.

Dan… ternyata tak hanay itu pemandangan indah pagi ini. Ketika aku hendak berangkat ke kampus untuk melaksanakan ujian, terlihat sekelompok orang yang (lagi-lagi) warga Malaysia bermaksud talaqqi pada Syaikh Ali Jum’ah (mufti Mesir). Sejak kemarin pengajian beliau kembali dibuka, dan aku berharap bisa mengikutinya. Kesempatan langka yang tak boleh terlewat begitu saja. #bangga dengan ketekunan warga Malaysia.

Ujian memang masih menjadi sesuatu yang sangat menakutkan. Tak jarang sebulan sebelum dimulai mahasiswa akan terlihat memenuhi masjid atau mushala yang ada untuk belajar. Kenapa harus masjid? mungkin disana kekhusuan dan ketenangan akan diperoleh. Selain itu, rasa malas juga akan malas tinggal di masjid.🙂

Oiya, tadi pagi mata kuliah manahij mufassirin yang harus dibantai. Meski agak ngantuk karena semalam ada jadwal rutin tampil di Ghuri, tapi Alhamdulillah… Luar biasa, Allah memberi kemudahan. Lucu, aku yang ngantuk tapi temanku yang malah tidur pas ujian. hehe… katanya soalnya sedikit, hanya dua pertanyaan saja. Jadi yaa, kurang semangat gara-gara takut salah jawab. Resikonya lebih besar. Salah satu bisa jadi nunggu satu tahun lagi, naudzubillah deh.

Berdoa dan meminta didoakan saja, semoga lajnah kuliah bertasammuh dan memberi kesempatan untuk lulus lebih cepat. Amin