Istana Ghuri

Akhir-akhir ini banyak latihan bareng Dai Nada. Yang menarik adalah kolaborasi dengan tim musik sya’bi dan tubul nubiya, keduanya merupakan grup musik yang menyajikan kesenian musik klasik Mesir. tak kalah padu, kami (baca : Dai Nada Nasyid) juga menggaet tim angklung dari LSGP (lingkung Seni Gentra Pasundan). Biasanya kami hanya berkolaborasi dengan tim Sama’a, Taranim Qibthi dan Acapella dari Opera House Cairo, ini sudah jadi agenda dwi mingguan.

Penampilan baru bersama kedua tim tadi merupakan penampilan uji coba. kendati hasilnya jauh diluar target– begitu meriah, padahal aku sendiri merasa tak yakin ini akan berjalan mulus. Ini penampilan luar biasa untuk ukuran kolaborasi yang pertama kali digelar. Semoga ini menjadi agenda baru perjalanan dakwah kami dengan nada-nada islami.

Dalam kesempatan ini Dai Nada tak menyanyikan lagu nuansa islami, tetapi lebih bersifat kedaerahan. Aliran yang dibawakan pun tidak murni acapella– dilengkapi warna musik keroncong dalam balutan irama musik Sunda. Diiringi alunan khas angklung yang dimainkan oleh pemain tunggal, mang Abu dari LSGP-KPMJB Kairo. Lengkap dengan kehadiran Acep Sabiq sebagai penabuh kendang dan Kimo (Kariem Elmahdy) warga Mesir yang piawai bermain bonang.

Dai Nada pada penampilan itu memang tidak menampilkan seluruh personelnya. Kami hanya berenam, Kak Nur Akhyari (Vokalis), Kak Jahid (Bass), Hidayat (Harmoni 1), Afwan (Harmoni 2). Aku (Harmoni 3) Dan Yaskur (Perkusi). Walau demikian, paduan ini menjadi sorotan utama sebagai penampil yang sudah menjadi langganan masysrakat Mesir.

Tampil dengan empat lagu daerah; Bengawan Solo, Lestari Alamku, Tanah Air Beta dan Rek Ayo Rek. Dai Nada membuktikan kapasitasnya yang tak hanya melulu bergelut dengan lagu-lagu berwarna Nasyid. Hal ini juga yang diharapkan oleh direktur istana Ghuri, DR Inteshar Abd el-Fath menjadi paduan tim baru.

Penampilan yang dihadiri beberapa perwakilan KBRI-Kairo ini berlangsung selama kurang lebih satu setengah jam. ditutup dengan tarian Tanaoura oleh seniman Mesir, Ustadz Hani. Seoga dengan warna baru ini kami makin lantang menyuarakan syiar Islam sekaligus mengenalkan kebudayaan Indonesia di Mesir ini.